Semboyan Kota Malang Jawa Timur beserta Makna dan Asal Usulnya – Kompas.com – Kompas.com

Semboyan Kota Malang Jawa Timur beserta Makna dan Asal Usulnya
KOMPAS.comKota Malang, Jawa Timur diketahui terkenal akan tempat wisatanya yang beragam. Mulai dari wisata alam, wahana permainan, hingga tempat nongkrong, semua ada.  
Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia, Malang punya semboyan yang unik yakni Malang Kucecewara.  
Baca juga: 13 Tempat Wisata di Malang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga
Perlu diketahui juga bahwa semboyan itu sudah dipakai Pemerintahan Kotamadya Daerah Tingkat II Malang sejak 1 April 1914.
Malang Kucecewara memiliki arti “Tuhan menghancurkan yang bathil dan menegakkan yang baik”, dikutip dari Jawatimuran.disperpusip.jatimprov.go.id, Senin (21/3/2022).  
Asal nama Kota Malang Tak asal dipilih, semboyan itu juga berkaitan erat dengan asal usul nama Kota Malang yang pada masa Ken Arok sekitar delapan abad lalu.  
Pada masa Ken Arok, ada candi bernama Malang. Sayangnya hingga kini, keberadaannya belum diketahui dan masih jadi misteri. 
Baca juga: 13 Wisata Pantai di Malang, Ada yang Mirip Bali dan Raja Ampat
Meski menjadi misteri para ahli sejarah, mereka diketahui masih terus mencari tahu mengenai nama Malang itu dari mana.
Melansir dari Kimkotamalang.or.id para ahli menduga bahwa Malang Kucecewara yang juga tertulis di lambang kota merupakan nama bangunan suci. 
Nama bangunan tersebut ditemukan dalam dua prasasti Raja Balitung yang berasal dari Jawa Tengah. Dua prasasti itu adalah Matyasih di tahun 907 dan prasasti 908, yang ditemukan di kawasan antara Surabaya dan Malang. 

Alun-alun Tugu Kota Malang. SHUTTERSTOCK/PAMBUDI YOGA PERDANA Alun-alun Tugu Kota Malang.

Meski telah dilakukan penelitian soal di mana letak bangunan suci yang berhubungan dengan Kota Malang oleh para ahli, mereka belum tahu secara pasti dimanakah tempatnya.  
Ada yang percaya bahwa bangunan suci terletak di kawasan Gunung Burung, ada juga yang menduga lokasinya ada di daerah Tumpang.  
Malang mulai berkembang pesat pada zaman kolonial Belanda, terutama setelah dibangun dan dioperasikannya jalur Kereta Api (KA) di tahun 1879.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source

× Pesan Travel