Rekam Perilaku Lansia, Siswa Smada Surabaya Sabet Penghargaan Internasional – Surya.co.id

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Tim SMAN 2 atau Smada Surabaya baru saja mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional.
Mereka masuk peraih medali dalam ajang adu karya inovasi internasional di Bangkok, Thailand.
Tim Smada baru saja pulang dari Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and technology exposition (IPITEx). Mereka menyabet medali perak di ajang adu karya paling kreatif, inovatif, dan paling manfaat tingkat dunia.
Tidak semua peserta membawa pulang medali. Dari 24 negara peserta, ada sekitar 450 lebih tim.
Smada berhasil menyabet silver prize dengan karya inovatif penuh manfaat.
Para programmer muda ini berhasil membuat program merekam perilaku lansia.
Yang bikin internasional terkagum, rekam lansia itu tidak dengan gambar atau video.
Melainkan cukup sensor gerak-gerik dan posisi lansia sehingga menjaga privasi seseorang.
Sebab seseorang tidak ingin direkam saat di kamar tidur atau di kamar mandi.
“Hasilnya berupa deretan jadwal rutin dalam satuan waktu. Misalnya jam 05.00 bangun menuju kamar mandi. Jika tetap di kamar tidur artinya anomali dan harus dilakukan tindakan. Dijenguk,” kata Ayman Nawaf Alfina, salah satu tim Smada IPITEx saat ditemui di sekolah, Kamis (9/2/2023).
Selain siswa kelas XI ini, tim beranggotakan empat siswa kelas X Smada lainnya, yakni Hernawan Santosa, Muhammad Rezqy Agung, Fazil Sabillarasyad, dan Muhammad Thufail Addausy.
Kepulangan mereka disambut keluarga besar sekolah bersama Kepala Sekolah Titik Hariani.
Tim Smada mengusung project dengan judul Elderly monitoring system with artificial intelligent (EMS-AI).
Mereka membuat program untuk mengawasi perilaku seseorang yang perlu pengawasan melekat. Biasanya lansia.
Bisa jadi karena tidak mau diawasi dan memilih tinggal sendiri di rumah.
Kebanyakan juga karena keluarga tidak punya waktu karena bekerja. Dengan program EMS-AI, lansia bisa terpantau.

source

× Pesan Travel