Persiapan Pembangunan Tol Demak-Tuban Semakin Dimatangkan – Jawa Timur – Bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA – Persiapan pembangunan jalan tol ruas Demak (Jawa Tengah) ke Tuban (Jawa Timur) semakin dimatangkan, ditandai dengan intensifnya sosialisasi kepada warga yang bakal dilalui ruas tol tersebut.
Ruas tol Demak-Tuban sedianya memiliki panjang sekitar 171,93 kilometer, dan melalui Demak, Kudus, Pati, Rembang dan Tuban. Di wilayah Demak bakal dilalui lintasan 19,5 kilometer, melewati 18 desa di Kecamatan Demak, Wonosalam, Gajah dan Karanganyar.
Sedangkan di wilayah Kudus, tol bakal melewati Kecamatan Undaan, Mejobo dan Jekulo. Sementara di Pati sembilan kecamatan akan dilalui jalan tol, yakni Sukolilo, Kayen, Winong, Gabus, Winong, Jaken, Jakenan, Pati Kota, dan Batangan.
Adapun di Rembang bakal ada 8 kecamatan di Rembang yang dilalui tol, di antaranya Kecamatan Kaliori, Sumber, Sulang, Rembang, Pamotan, Sedan, dan Sarang. Sementara di Tuban, tol bakal melewati lima kecamatan, yakni Kecamatan Bancar, Kecamatan Kerek, Kecamatan Merakurak, Kecamatan Semanding, dan Kecamatan Tambakboyo.
Terkait rencana pembangunan tol ini, Pemerintah Kabupaten Tuban memfasilitasi konsultasi publik, Rabu (16/2/2022). Acara dihadiri tokok masyarakat, warga, dan pejabat kecamatan.
Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Pemkab Tuban, Abdul Rakhmat atas nama Pemda Tuban, menyambut baik terkait rencana pembangunan jalan tol.
“Dalam pembangunan jalan Tol Demak-Tuban rencananya akan melewati 5 kecamatan dan 35 desa dan 1 kecamatan dan 6 desa untuk trase Tol Ngawi-Bojonegoro-Babat yang ada di wilayah Kabupaten Tuban dan jalan tol ini merupakan aset negara,” katanya dilansir Pemkab Tuban.
Pemkab berharap pembangunan jalan tol dikoordinasikan dengan baik dan dalam pembangunan exit tol harus bisa mempermudah transportasi untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar.
Konsultan pembangunan proyek Tol Demak-Tuban, Ridwan Hoesin saat diwawancarai awak media mengatakan, ini baru tahapan konsultasi publik untuk menyaring keinginan masyarakat terdampak. Selanjutnya masih ada tahapan uji dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang telah disusun.
Ia juga menyatakan, akhir Februari ini tim pembebasan lahan dari pusat akan turun untuk berkoordinasi dengan kabupaten, kecamatan dan desa serta fokus kepada warga yang terdampak, pengukuran lahan dan mencatat keinginan warga.
“Tahapan selanjutnya sekitar Mei atau Juni ada studi Amdal yang fokus sosialiasi di desa dan kecamatan terdampak. Prosesnya masih panjang, semoga bisa berjalan lancar,” harapnya.
Sementara dilansir Antara, Bupati Kudus Hartopo mengatakan belum mengetahui secara detail desa-desa yang nantinya dilalui proyek strategis nasional tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus Arif Budi Siswanto mengatakan belum mengetahui tapak yang akan dilalui jalan tol tersebut. Sedangkan, rencana pengerjaannya diperkirakan pada 2025.
Berdasar catatan Bisnis, jalan tol Demak—Tuban—Gresik direncanakan sepanjang 236 kilometer dengan investasi diestimasi mencapai Rp67,95 triliun.
Jalan tol ini akan melengkapi konektivitas Semarang—Surabaya via jalan tol. Sebelumnya, konektivitas Semarang—Surabaya sudah tersambung jalan bebas hambatan melalui lima ruas tol, yaitu Semarang—Solo, Solo—Ngawi, Ngawi—Kertosono, Jombang—Mojokerto, dan Surabaya—Mojokerto.
Sementara itu, Pemkab Bojonegoro juga menyelenggarakan Konsultasi Publik terkait Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas Ngawi – Bojonegoro – Tuban (Ngaroban) sepanjang kurang lebih 116,78 km.
Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Reni Ahiantini, mengatakan rencana pengembangan jaringan Jalan Tol Ngaroban sebagai integrasi sistem jaringan jalan berdasarkan prakiraan potensi pertumbuhan ekonomi wilayah. Kebijakan ini juga antisipasi pergerakan barang dan jasa untuk masa yang akan datang di Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.
Rencana pembangunan jalan tol ini bisa dimulai pembangunan pada tahun 2023 apabila seluruh tahapan selesai dan tidak ada masalah.

Jalan tol ruas Ngawi-Bojonegoro-Tuban (Ngaroban) ini akan menghubungkan jalan tol ruas Solo-Ngawi-Kertosono yang sudah beroperasi dan terhubung dengan jalan tol ruas Demak-Pati-Babat dan Babat-Manyar, yang nantinya juga terhubung dengan jalan tol eksisting ruas Surabaya-Gresik, sehingga keberadaan jalan tol ruas Ngaroban akan berfungsi sebagai ‘jaringan jalan tol penghubung lintas tengah dan utara.
Tol Ngobaran bakal melalui 70 desa di 15 Kecamatan di antaranya Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Sumberjo, Balen, Sukosewu, dan Kapas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sumber : Antara, Pemkab Tuban, Pemkab Bojonegoro
Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

source

× Pesan Travel