Kemenag Jatim Matangkan Rencana Keberangkatan Umroh Juanda-Saudi – TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kanwil Kemenag Jatim tengah mematangkan rencana layanan keberangkatan perjalanan ibadah haji dan umroh langsung dari Bandara Juanda Surabaya menuju Arab Saudi.
Saat ini keberangkatan umroh masih terpusat di Bandara Soekarno-Hatta sejak pemberlakuan one gate policy atau satu pintu kebijakan. 
Pertimbangan pemerintah memilih Bandara Soekarno-Hatta sebagai one gate antara lain untuk memusatkan pelaksanaan keberangkatan dan kepulangan umroh agar tetap terkoordinasi secara rapi. Pemerintah Arab Saudi sendiri telah memberikan lampu hijau kepada Indonesia pada 9 Januari 2022 kemarin. 
Sofyan.jpgKetua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jatim Sofyan,  (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Namun kondisi tersebut membuat ribuan jemaah umroh dari Jatim harus mengeluarkan biaya lebih selama perjalanan pulang pergi. 
"Jemaah umroh diberangkatkan dan kepulangannya di Bandara Soekarno-Hatta," ujar Sub Koordinator Bina Umroh dan Haji Khusus Kanwil Kemenag Jatim Machsun Zain saat menghadiri pembukaan pameran  Travel Mart Indonesia di Marvell City Surabaya, Senin (21/2/2022). 
Oleh sebab itu, Machsun berharap Jatim bisa segera kembali menjadi pusat keberangkatan agar tidak menambah beban biaya jamaah. Apalagi jumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah (PPI) Umroh di Jatim mencapai 164. Angka tersebut belum terhitung kantor cabang. Sedangkan Surabaya sendiri merupakan penyumbang jemaah umroh terbesar kedua setelah Jakarta. 
Dalam waktu dekat, kata Machsun, pihaknya menunggu hasil rapat koordinasi lintas kementerian, lembaga dan badan. 
Antara lain pihak Angkasa Pura, Otoritas Bandara dan Kasdam V/Brawijaya, KKP, Dinas Kesehatan Jatim serta beberapa instansi terkait lainnya. 
"Kami sudah melakukan rapat koordinasi untuk persiapan-persiapan terkait dengan keberangkatan dan kepulangan jamaah umroh melalui Bandara Juanda," ujar dia.
Rakor tersebut menyatakan jika Bandara Juanda Surabaya siap menjadi tempat keberangkatan dan kepulangan jamaah umroh sembari menunggu ketetapan dari pemerintah pusat. "Kita nunggu waktu saja," tandasnya. 
Machsun juga memastikan kesiapan tempat karantina bagi jemaah umroh yang baru tiba dari tanah suci. 
"Masalah karantina ini, hotel-hotel yang tentu saja sudah mendapatkan rekomendasi untuk dijadikan tempat karantina akan ada informasi menyusul," terangnya. 
Karantina tersebut wajib bagi jemaah umroh sesuai arahan Tim Gugus Tugas Covid-19. 
Jemaah akan menjalani karantina sehari sebelum proses keberangkatan. Demikian pula saat kepulangan. Namun durasi karantina berlangsung selama lima hari. Waktu karantina ini mengalami penurunan dari sebelumnya. 
"Mudah-mudahan dengan penurunan angka Covid-19 ini kita berharap namanya karantina itu bisa lebih turun lagi," harap Machsun.
Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jatim Sofyan menyambut baik rencana tersebut. 
"Insya Allah kami sangat berterima kasih sebesar-besarnya buat Pemerintah RI terutama Gubernur Jatim dan Kemenag Jatim yang bisa memperjuangkan aspirasi dari kami travel-travel umroh, PPI yang ada di Jatim supaya bisa dibukanya gerbang gate dari Juanda," katanya. 
Amphuri Jatim juga telah menerima undangan dari Angkasa Pura I jelang persiapan pembukaan keberangkatan umroh dari Juanda. 
Akan tetapi Sofyan jjuga menjelaskan beberapa kendala yang dialami oleh jamaah umroh saat ini. Antara lain PCR Test hanya bisa dilakukan di Jakarta. 
"PCR Test yang bisa diterima oleh Saudi hanya tiga tempat. Satu Kartika Pulo Mas, Klinik Kurnia dan Prodia," ucapnya. 
Dari tiga nama tempat rujukan tersebut, Jatim hanya memiliki Prodia sebagai lokasi tempat Tes PCR. 
Namun demikian, Sofyan juga memiliki catatan kendala khusus. Menurut Sofyan, Prodia memiliki kekurangan terkait waktu hasil tes. 
"Jika tes hari ini umpama jam 08.00 atau 09.00 pagi dia  akan keluar hasilnya itu besok malam. Jadi lebih dari 24 jam. Ini yang tidak memungkinkan apabila itu kita pakai untuk kita pakai berangkat ke Saudi karena anjuran dari Kemenag bahwa keberangkatan umroh satu hari harus karantinanya H-1," sesalnya.
"Dan hasil PCR maksimal hanya 6 jam karena itu akan kita pakai untuk berangkat besoknya. Kan kalau kita pakai Prodia, jamaah sudah nggak ada, dia baru terbit," kata Sofyan menambahkan.
Sofyan mengatakan baru-baru ini juga telah mengadakan rapat dengan Kartika Pulo Mas dan berencana menunjuk salah satu rumah sakit grup holding di Jatim sebagai tempat rujukan PCR. 
Tak hanya soal Tes PCR. Sofyan juga mencatat kendala lain terkait kesiapan armada pesawat. Karena sampai saat ini tidak semua air lines beroperasi normal 100 persen. Sementara rata-rata jumlah air lines yang beroperasi masih berada di kisaran 60-70 persen. 
"Kalau mereka ditambah keberangkatan dari Jatim mereka harus menyiapkan armadanya. Info yang kami dapat, yang paling siap hanya Lion dan Saudi itu kemungkinan di akhir Maret. Garuda itu kita belum tahu karena mereka masih berkutat dengan masalah internalnya. Jadi keberadaan untuk armada di Jatim sampai kemarin dari info Garuda belum ada jawaban," katanya. 
Sementara untuk City Link disebut belum ada slot landing penerbangan Surabaya-Saudi. Sofyan berharap agar internal City Link menindaklanjuti untuk mendukung penerbangan umroh nanti. Amphuri Jatim mencatat saat ini memiliki anggota terbesar yaitu 87 agen perjalanan.
Oleh sebab itu, Kanwil Kemenag Jatim tengah mempersiapkan layanan keberangkatan perjalanan ibadah haji dan umroh langsung dari Bandara Juanda Surabaya menuju Arab Saudi. (*) 
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 3.5028 seconds. Running in Unknown Platform

source

× Pesan Travel