Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru – Kompas.com – Kompas.com

Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru
KOMPAS.com – Letusan Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.00 WIB tidak memengaruhi operasional Bandara Juanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
“Hasil paper test juga menunjukkan negatif atau tidak ada (NIL) abu vulkanik di Bandara Juanda,” kata General Manager Bandara Juanda, Sisyani Jaffar, mengutip Antara, Sabtu.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait penerbangan.
Adapun beberapa pemangku kepentingan itu mencakup Kantor Otoritas Bandara, AirNav Indonesia Cabang Surabaya, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami juga mengantisipasi adanya penundaan atau pengalihan penerbangan yang terdampak karena peristiwa erupsi Gunung Semeru dengan menyiapkan ruang tunggu dan pengaturan penempatan parkir pesawat,” ucap Sisyani.
Baca juga:
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto juga mengatakan hal yang sama terkait Bandara Juanda yang masih beroperasi dengan normal.
Melansir Tribunnews, Sabtu, pihaknya juga akan melakukan pemantauan secara intensif terkait perkembangan erupsi Gunung Semeru.
“Terus tingkatkan koordinasi dan bersiaga dengan perkembangan aktivitas erupsi Gunung Semeru yang dapat berpotensi mempengaruhi kegiatan operasional penerbangan,” tegas Novie.
Letusan Gunung Semeru yang tidak memberi dampak pada operasional Bandara Juanda telah diinformasikan kepada warganet.
Pihak bandara telah mengumumkannya melalui sebuah unggahan pada akun Facebook-nya pada Sabtu, dan dikonfirmasi oleh Angkasa Pura melalui sebuah unggahan dalam akun Instagram @ap_airports pada hari yang sama.
Dalam unggahan Facebook itu, pihak Bandara Juanda mengatakan bahwa hasil paper test pukul 20.00 WIB menyatakan, tidak ditemukan abu vulkanik di bandara tersebut.
“Kami informasikan bahwa Bandara Juanda tetap beroperasi secara normal melayani penerbangan,” tulis akun tersebut.

Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas terlihat dari Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas dan lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru terutama di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas terlihat dari Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas dan lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru terutama di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Angkasa Pura melalui unggahan Instagram-nya juga mengatakan bahwa penerbangan dari dan menuju Bandara Juanda masih beroperasi dengan normal.
Kendati demikian, mereka akan terus memantau sebaran abu vulkanik secara berkala untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan di bandara itu.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, Minggu (5/12/2021), tidak ada informasi terbaru terkait operasional Bandara Juanda hingga berita ini ditulis.
Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Sabtu pukul 15.00 WIB. Gunung yang berlokasi di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini juga mengeluarkan lava pijar dan suara gemuruh.
Melansir Kompas.com, Sabtu, erupsi pertama menyebabkan APG mencapai Curah Kobokan di Kabupaten Lumajang.
Baca juga:
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani mengatakan, jarak luncur APG mencapai hingga 11 kilometer (km) ke arah Curah Kobokan.
Berdasarkan kabar terbaru dari Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, erupsi Gunung Semeru telah menyebabkan 13 orang meninggal hingga Minggu puku 06.20 WIB.
Dari 13 korban jiwa itu, Abdul menjelaskan bahwa dua di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Kabar itu merupakan laporan langsung dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang tengah berada di lapangan.
“Itu yang teridentifikasi baru dua orang atas nama Poniyim 50 tahun dari Curah Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Pawon Riyono,” terang Abdul kepada Kompas TV, mengutip Kompas.com, Minggu.
Untuk 11 korban lainnya, Abdul menjelaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang masih melakukan proses identifikasi jenazah.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source

× Pesan Travel